5 Pesan Bu Risma dalam Berita Harian tentang Pengamanan Data

216 views

ARAK-ARAKAN ADIPURA

Sebagai walikota cemerlang Surabaya, Bu Risma selalu rajin memberikan solusi yang inovatif. Termasuk juga dalam acara Data Focus Cyber Security and Forensic di Convention Hall Siola. Berita harian menyebutkan kalau Bu Risma memberikan pesan singkat pada para developer software dan semacamnya. Bagaimana pesan-pesannya?

  1. TI Harus Diimbangi dengan Keamanan Data

Menurutnya, para pencipta software selama ini lebih sering memikirkan cara membuatnya dibanding meningkatkan keamanannya. Akibatnya, data-data pribadi milik user jadi terancam diretas oleh tangan usil seperti hacker. Hal tersebut bisa merugikan perusahaan yang mengelola, sekaligus masyarakat yang memanfaatkannya.

Adapun informasi yang dilindungi itu seperti data administrasi dan sistem transaksi. Soalnya kedua hal tersebut berkaitan dengan arus perputaran uang yang rentan dengan pembajakan. Adakah yang anti uang hari ini? Tidak hanya soal itu, tetapi juga seperti informasi yang menyangkut akta kematian dan kelahiran.

  1. Data Orang yang Sudah Meninggal Perlu Diproteksi Lebih

Para penjahat di dunia cyber juga tidak tanggung-tanggung dalam meretas keamanan data seseorang. Bahkan Bu Risma sendiri pernah menemukan kasus yang melibatkan data orang meninggal dan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Saat itu beliau menjadi saksi karena oknum tersebut menggunakan data tersebut untuk membobol bank.

Data orang yang sudah meninggal memang rentan diretas. Soalnya tidak aktif lagi dalam beragam transaksi. Sedangkan metode para hacker yang paling efektif adalah tidak adanya pembaruan sehingga mudah dideteksi. Itulah kiranya yang harus jadi perhatian utama para pencipta software maupun para pegiat TI dewasa ini.

  1. Pemkot Harus Rajin Mengadakan Seminar soal TI

Berita harian mencatat, bahwa selama ini belum banyak yang melakukan seminar seputar TI pada masyarakat. Padahal perkembangan TI di dunia sangat cepat. Bahkan dalam beberapa detik saja, berbagai inovasi di bidang TI selalu mencuat. Untuk itulah diperlukan adanya seminar untuk memberikan kesadaran terhadap pentingnya ilmu pengetahuan TI hari ini.

Sebagaimana yang sering dilakukan oleh Bu Risma. Tujuannya agar bisa mengumpulkan para praktisi TI sekaligus memberikan tambahan ilmu pada masyarakat luas tentang keamanan data tersebut. Kalau tidak, tentu persoalannya bisa menjadi lebih panjang karena minimnya pengetahuan tentang TI. Dalam seminar itu, para praktisi TI pun diajak bicara.

  1. Infrastruktur Cyber Security Negara Modern Harus Selalu Dibangun

Tidak hanya infrastruktur fisik saja, tetapi juga keamanan dalam memproteksi data-data di dunia TI (Teknologi Informasi). Lagi pula, Indonesia tidak akan pernah kekurangan praktisi TI, mengingat peminat ranah ini selalu meningkat dari tahun ke tahun saat mendaftar ke perguruan tinggi tertentu.

Konsepnya hampir sama dengan membantun infrastruktur fisik. Hanya saja punggawa yang terlibat berbeda. Tidak semudah menemukan kontraktor, desainer, dan lainnya. Perlu dilakukan perekrutan secara selektif agar data-data yang diamankan bisa terpercaya. Khususnya untuk masyarakat yang memanfaatkannya.

  1. Perlunya Bekerja Sama dengan Negara Lain

Berdasarkan liputan berita harian, kerja sama dengan negara lain juga sangat diperlukan. Terutama dalam hal pendanaan kalau aplikasi yang diciptakan berbasis website. Soalnya kalau pendanaan kurang, saat peminat banyak, maka tidak mudah lancar. Sedangkan soal keamanan data, biarlah menjadi tabungan pengetahuan anak-anak dalam negeri.

Apakah Anda punya catatan khusus untuk Bu Risma terkait pesan-pesannya tersebut? Mudah-mudahan sepakat, ya. Banyak sekali kasus dalam berita harian TI yang melibatkan hacker ketika melancarkan aksi-aksinya. Oleh sebab itu, kesadaran tentang keamanan cyber harus selalu dipupuk dari waktu ke waktu.

Leave a reply "5 Pesan Bu Risma dalam Berita Harian tentang Pengamanan Data"